Informasi terbaru dunia kampus, mahasiswa, beasiswa, lowongan dan karier

Tips Mengatasi Writer’s Block, Buat Penulis Wajib Tahu

Foto: iStock/Delmaine Donson

Apakah kamu pernah mengalami writer’s block? Terutama bagi kamu yang berprofesi sebagai penulis, seperti content writer, script writer, journalist, sastrawan, penulis novel atau cerpen pasti pernah mengalaminya. 

Sebenarnya, istilah ini bukanlah istilah yang baru. Writer’s block telah diperkenalkan oleh Edmund Bergler pada tahun 1940-an. Ia adalah seorang psikoanalis di Amerika. Writer’s block bisa dialami oleh siapa saja, baik penulis pemula maupun yang sudah profesional. 

Apa itu Writer’s Block?

Untuk pembahasan lebih lengkapnya, writer’s block adalah sebuah kondisi di mana penulis kehilangan ide dan tidak bergairah untuk menulis. Rasanya seperti stuck di satu momen dan tidak bisa melanjutkan lagi mau menuangkan ide apa. Maka ini menjadi PR penting yang harus segera diselesaikan, apalagi banyak project yang belum terselesaikan.

Biasanya kamu begitu mudah menuangkan ide, tulisan mengalir begitu saja. Namun, suatu waktu, untuk mengisi satu halaman saja kamu begitu sulit. Nah, bisa jadi, kamu mengalami writer’s block. 

Tanda-Tanda Kamu Mengalami Writer’s Block

Apa saja tanda-tanda seseorang mengalami writer’s block? Berikut beberapa di antaranya:

  • Kurang fokus saat menulis
  • Kehilangan semangat menulis
  • Kehabisan ide
  • Stres berkepanjangan
  • Merasa lelah pikirannya

Nah, kalau kamu mengalami kelima tanda-tanda ini, ambillah jeda sejenak untuk merefresh otak. Jika terlalu dipaksa, ide dan kreativitasmu juga tidak akan muncul. Kamu akan lelah sendiri dengan keadaanmu.

Penyebab Kamu Mengalami Writer’s Block

Biasanya seseorang mengalami writer’s block dikarenakan kamu terlalu keras memaksakan diri untuk menulis, sikap perfeksionis yang kadang berefek negatif pada dirimu, tekanan dari pekerjaan yang kamu lakukan, padatnya aktivitas harian, dan hal lainnya yang mempengaruhi moodmu. Dalam dunia profesional, hal ini tentu saja tak boleh terjadi secara berkepanjangan. Mengingat bahwa pekerjaanmu terikat dengan timeline dan klien, maka suasana hati yang kurang baik ini perlu segera diperbaiki.

Cara Mengatasi Writer’s Block

Foto: iStock/Kannika Paison

Nah, setelah tahu tanda-tanda dan penyebabnya, selanjutnya bagaimana? Pelajari tips berikut ini untuk mengatasi writer’s block:

1. Coba Lakukan Freewriting

Freewriting atau menulis secara bebas artinya kamu menuangkan ide sebebas-bebasnya tanpa ada aturan yang mengikatmu. Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiranmu. Nah, cara ini akan membuatmu lebih rileks dan berani untuk mengekspresikan diri. 

Freewriting ini bisa juga kamu latih di media sosial yang kamu punya. Misalnya di twitter, blog, maupun di catatan buku atau hpmu. Setelah kamu merasa rileks, pastinya ide dan kreativitasmu akan muncul. Kamu jadi lebih bersemangat lagi deh untuk menulis. 

2. Cari Suasana Baru

Mungkin saja kamu merasa bosan dengan suasana ketika kamu menulis. Nah, tips berikutnya cobalah untuk mencari suasana baru. Misalnya pergi ke kafe minum kopi, atau bersantai di taman kota, atau mendesain ulang ruangan yang biasa kamu gunakan untuk menulis.

Suasana baru bisa jadi akan merefresh otakmu kembali agar tidak stres. Kuncinya kreativitas muncul adalah pikiranmu senang dan tenang. Jadi ide-ide akan mengalir. Cobalah ciptakan suasana baru yang menyenangkan yang akan membangkitkan semangat menulismu lagi. 

3. Lakukan Hal yang Kamu Sukai

Saat writer’s block datang, saatnya kamu mengambil jeda dari aktivitas menulis yang kamu lakukan. Lakukanlah hal yang kamu sukai atau menyalurkan hobi yang lain. Misalnya memasak, melukis, bermain alat musik, mendengarkan lagu, membaca buku, ambillah jeda untuk mengisi tenaga. 

Jangan paksakan dirimu secara terus menerus jika memang ide menulis tidak juga muncul. Istirahatlah. Setelah semuanya membaik, baru kembalilah ke rutinitas menulis. Namun, jika kamu sudah masuk dunia profesional, kamu perlu beradaptasi lebih cepat lagi dengan perubahan mood ini. 

4. Baca Outline Kembali

Pentingnya membuat outline saat menulis salah satunya adalah untuk membantumu menyusun kembali kerangka ide yang kamu susun di awal. Outline atau kerangka tulisan ini bisa jadi salah satu kunci agar tulisanmu mengalir dari awal sampai akhir. Jadi kamu tahu ke mana arah tulisan yang sedang kamu kerjakan. 

Jika kamu terbiasa membuat outline saat menulis, maka kamu akan terbiasa juga menulis secara terstruktur. Jadi tulisan yang kamu hasilkan juga lebih rapi. Apakah kamu sudah terbiasa dengan hal ini? 

5. Olahraga Ringan

Kalau tidak tidak mood, mungkin kamu bisa mencoba berolahraga. Bersepeda, berenang adalah beberapa opsi olahraga yang akan membuat badanmu lebih bugar. Kedua olahraga ini akan membuat suasana hati bahagia lagi. Semoga dengan begitu inspirasi menulis akan kembali lagi. 

6. Bertemu Orang Baru

Bertemu dengan orang baru dan berdiskusi dengannya bisa jadi kamu akan menemukan inspirasi darinya. Ini juga merupakan salah satu cara untuk menemukan suasana baru agar kamu tidak bosan dengan apa yang kamu kerjakan. Atau kamu juga bisa berdiskusi dengan kawan lama untuk menemukan pencerahan darinya. 

7. Jalan-Jalan

Cobalah sesekali jalan-jalan dengan menaiki motor. Merasakan suasana ramainya jalanan. Atau pergi ke alam merasakan kesejukan dan kesegaran udaranya. Serunya beda jika naik motor. Kamu bisa lihat banyak hal saat berkendara. Menyenangkan, coba deh. Moodmu akan kembali senang lagi dan inspirasi akan datang jika suasana hatimu senang. 

8. Kontemplasi Mengenal Diri Sendiri

Ketika kamu mengalami writer’s block, cobalah untuk berkontemplasi, mengenali dirimu sendiri. Kira-kira kenapa ya kamu jadi tidak mood menulis dan tak menghasilkan tulisan apapun di hari itu. Perbaiki suasana hatimu.

Bisa jadi, kamu ada masalah yang kamu pendam dan tak kunjung mereda. Penulis profesional tentu saja perlu mengkondisikan diri agar mau tak mau moodnya mempengaruhi pekerjaannya. Meskipun hal demikian kadang tak dapat terhindarkan.

9. Ingat Motivasi Menulismu Apa?

Hal terakhir yang paling penting juga adalah ingat-ingat kembali motivasi menulismu. Jika kamu menemukannya dan mengingat hal ini, pastinya saat kamu mengalami writer’s block, kamu bisa menemukan semangat lagi. 

Biasanya orang menulis memiliki motivasi untuk menyalurkan hobi, menjadikannya sebagai profesi, menerbitkan buku sendiri, membagikan ilmu pengetahuan yang ia miliki, dan masih banyak lagi alasan untuk tidak berhenti menulis. 

Kira-kira kalau kamu apa motivasinya? Nah, ingat-ingatlah akan hal ini agar menjadi amunisi semangatmu untuk menulis kembali.

Demikian tadi penjelasan singkat mengenai writer’s block dan tips untuk mengatasinya. Jika kamu benar-benar ingin menjadi penulis profesional, tentu saja menulis bukan lagi tergantung dengan mood. Bisa berantakan semuanya.  

Semoga tips ini membantu untuk membuatmu menemukan semangat lagi di tengah banyaknya aktivitas dan timeline tulisan yang begitu padat. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *