Informasi terbaru dunia kampus, mahasiswa, beasiswa, lowongan dan karier

Burnout Saat Bekerja, Kamu Perlu Coba 3 Tips Berikut Ini

professional young female muslim worker having problem about company cooperation case feeling sad and sitting in office thinking solution.

Pekerjaan memang menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang merasa kelelahan. Selain itu, masalah ini juga menguras waktu dan tenaga. Akhirnya kamu merasa stres dengan tekanan yang dihadapi dan muncul masalah kesehatan yang disebut burnout syndrome. Burnout saat bekerja bisa dialami oleh siapa saja.  Apa sebenarnya burnout syndrome itu?

Menurut HelpGuide, seseorang bisa mengalami burnout ketika dirinya merasa kewalahan secara fisik, mental, dan emosional dari rutinitas yang ia lakukan. Ini disebabkan karena stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Sehingga seseorang tidak bisa memenuhi segala tuntutan yang harus ia kerjakan.

Dikutip dari Hellosehat, burnout syndrome adalah sebuah kondisi stress yang berhubungan dengan pekerjaan. Kondisinya ketika kamu mengalami burnout saat bekerja ditandai dengan kelelahan secara fisik dan emosional. Ini adalah akibat dari ekspektasi dan kenyataan yang tidak sesuai seperti yang dibayangkan. Situasi ini disebut juga dengan occupational burnout atau job burnout.

Faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami burnout saat bekerja menurut penelitian dari University Zaragoza di Spanyol ada tiga, yaitu:

  1. Seseorang bekerja terlalu keras
  2. Tidak mendapatkan apresiasi dari pekerjaan yang telah dilakukan
  3. Dinamika disfungsional di tempat ia bekerja

Kelelahan, stress, dan kehilangan motivasi yang terjadi pada diri seseorang bisa terjadi karena 3 hal di atas. Terkadang kamu terlalu memaksa diri untuk menyelesaikan segala sesuatu tanpa melihat batas kemampuanmu. Dan setelah bekerja keras, kamu merasa tidak cukup diapresiasi oleh rekan kerja atau atasan. Sehingga kamu pun merasa frustasi akan hal ini. Ditambah lagi dirimu yang merasa diintimidasi, diremehkan, atau tak dipedulikan oleh orang-orang di kantor. Semakin lengkap sudah burnout yang kamu alami. 

Tanda-Tanda Kamu Mengalami Burnout Saat Bekerja

Tanda-tanda Fisik

·         Merasa lelah dan tenaga terkuras sepanjang waktu

·         Imunitas menurun, sering sakit

·         Nafsu makan turun

·         Jam tidur terganggu

Tanda-Tanda Emosional

·         Merasa gagal dan ragu pada diri sendiri

·         Merasa tidak berdaya

·         Terjebak dengan rutinitas dan merasa kalah

·         Merasa sendirian dan kehilangan motivasi hidup

·         Negatif thinking

Tanda-tanda yang bisa dilihat ketika seseorang mengalami burnout adalah mulanya ia akan kehilangan minat dan motivasi dari aktivitas yang biasa ia kerjakan. Hal ini kemudian berdampak pada produktivitas. Lalu orang tersebut merasa putus asa, kesal, lelah dengan apa yang ia jalani pada saat itu.

Efek burnout ini jika dibiarkan terus terjadi, tentu saja akan berdampak pada kehidupan di rumah, di pekerjaan kantor, bahkan kehidupan sosial. Tubuh kita juga akan rentan terhadap penyakit. Kenapa? Karena salah satu sumber kebahagiaan seseorang bisa menjalani aktivitasnya dengan menyenangkan setiap hari adalah pikiran. Jika pikiran tertekan, kekebalan tubuh kita juga akan menurun.

Lebih jauh lagi, seseorang akan menarik diri dari lingkungan dan tanggung jawab yang harus ia kerjakan. Kemudian suka menunda-nunda waktu untuk menyelesaikan sesuatu. Jika seseorang sudah masuk dalam dunia kerja profesional, tentu saja hal ini jika dibiarkan terjadi akan semakin meresahkan. Burnout saat bekerja perlu segera kita atasi supaya tanggung jawab dalam pekerjaan bisa segera terselesaikan. Nah, bagaimana caranya mengatasi ini?  

Cara Mengatasi Burnout Saat Bekerja

Jika beberapa tanda-tanda di atas pernah kamu alami saat ini, mungkin saja kamu sedang berada di fase gejala burnout.  Rasa lelah, baik fisik, mental, dan emosional jika sudah mencapai tiitk puncaknya perlu segera kita atasi agar tidak menjalar ke kehidupanmu yang lainnya. Kamu perlu istirahat sejenak untuk memahami situasi ini dan menetralkan kembali pikiran.

Beberapa tips yang bisa kamu coba untuk mengatasi  burnout saat bekerja, kamu bisa coba hal-hal berikut ini:

1.   Temukan kembali nilai  dan tujuan dalam pekerjaan yang kamu lakukan

Komunikasikan kembali dengan diri sendiri tentang apa yang sedang kamu lakukan saat ini. Temukan tujuan dan nilai yang membuatmu terus bergerak dan menjalani aktivitas saat ini dengan bahagia. Biasanya memang ketika kamu bekerja dan kehilangan motivasi, kamu kehilangan tujuan dan alasan kenapa harus terus berjuang. 

Nah, kamu perlu menggali kembali hal ini di dalam dirimu. Supaya kamu semangat lagi dalam beraktivitas. Tidak apa-apa jika memang perlu beristirahat sejenak. Tidak perlu dipaksakan. Semua orang punya batas kemampuan. Ambilah jeda untuk mengistirahatkan pikiran dan fisikmu terlebih dahulu. 

2. Terapkan 3R

Tiga R di sini yang dimaksud adalah Recognize, Reverse, dan Resilience. Recognize artinya kamu perlu mengenali tanda-tanda yang telah disebutkan di atas. Kelelahan yang muncul di dalam dirimu. Kedua, reverse adalah membalik pikiran yang tidak baik saat ini dengan menemukan dukungan dan juga mengelola stress yang kamu alami. Supaya burnout tidak berlarut-larut, kamu perlu menemukan dunia baru yang merefresh kembali dirimu. 

Selanjutnya yang ketiga, Resilience adalah ketangguhan. Kamu punya ketahanan diri yang semakin baik setiap waktu. Hal ini perlu sekali untuk membangun fisik dan mental yang lebih baik. Semakin lama kamu akan mengerti bagaimana dirimu menyesuaikan diri dengan keadaan dan menemukan solusi atas permasalahan yang sedang kamu hadapi.

3. Carilah social support yang baik

Seseorang selalu ingin mencari tempat di mana ia bisa mencurahkan segala isi hati dan pikirannya. Ketika ia menemukan tempat itu, ia akan lebih baik dalam meluapkan emosinya. Jadi, ketika kamu merasa burnout dan berada di situasi sulit seperti yang dijelaskan di atas, kamu bisa mencari social support yang mau untuk mendengarkanmu. 

Berbicaralah dengan keluargamu, temanmu, orang-orang di sekelilingmu. Atau mencoba membangun relasi dengan orang-orang baru. Meskipun kamu belum menemukan solusi ketika bersosialisasi dengan mereka, tetapi social support setidaknya bisa mendengarkan dan memberikan perhatian tanpa menjustifikasi dirimu. Coba kamu jauhi juga orang-orang toxic yang memberikan pikiran negatif kepada dirimu. Tinggalkan mereka sementara waktu. Tariklah orang-orang yang memberikan pandangan yang baik terhadap sesuatu. Kamu akan dikelilingi dengan energi positif jika bergaul dengan mereka. Itu akan jauh lebih cepat membuatmu bergairah dalam bekerja dan menyelesaikan tanggung jawab. 

Itu tadi beberapa hal mengenai burnout saat bekerja dan tips yang bisa kamu coba saat kamu mengalaminya. Semakin baik kamu mengenali dirimu, akan semakin cepat pula kamu beradaptasi dan menemukan solusi atas berbagai hal yang terjadi dalam hidupmu. 

Semoga kamu bisa berdamai dengan dirimu sendiri. Karena semakin bertambah usia, akan semakin banyak tantangannya. Mari kita selesaikan satu per satu hal itu. Tetap semangat untuk menakhlukan tantangan ke depan.  Kalau kamu mengalami lagi burnout saat bekerja, saatnya kembali mengambil jeda. 

Seperti kata Stephen Covey dalam bukunya  “The 7 Habits of Highly Effective People”, di poin kebiasaan ke tujuh adalah “Sharpen the saw”. Asahlah gergajimu, ambilah jeda untuk pembaruan diri dalam hal fisik, mental, sosial/emosional, dan spiritual. Maka kehidupan kita akan lebih seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *